Bupati Karawang Tindaklanjuti Kasus Eksploitasi Anak, Berikan Bantuan Usaha dan Peringatan Tegas
- Jun 28, 2025
- FK KIM Karawang
- PEMERINTAHAN
FK-KIM KARAWANG | Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama istri tercinta, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Jumat malam (27/6/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kondisi klien Rumah Singgah sekaligus memberikan perhatian serius terhadap kasus eksploitasi anak yang tengah viral di Karawang.
Salah satu klien Rumah Singgah saat ini adalah Ibu Iyah, warga Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya. Ibu Iyah sempat viral di media sosial karena mengeksploitasi enam orang anaknya untuk meminta-minta di area Pasar Rengasdengklok.
Baca juga : Pawai Obor Tahun Baru Islam di Karawang Meriah
Setelah memeriksa data, Bupati mengungkapkan bahwa sebelumnya Ibu Iyah sudah menerima bantuan Rumah Layak Huni dari Pemerintah Kabupaten Karawang beberapa tahun lalu.
"Saya sudah bertemu langsung dengan yang bersangkutan. Malam ini, Ibu Iyah berjanji kepada saya tidak akan lagi mengeksploitasi anak-anaknya. Jika terbukti kembali berada di jalanan, kami siap mengambil tindakan tegas," ujar Bupati.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Karawang memberikan bantuan modal usaha untuk membuka warung kelontong dan bantuan pembangunan sumur di rumah Ibu Iyah. Diharapkan, bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mencegah terulangnya praktik eksploitasi anak.
Bupati menegaskan komitmen Pemkab Karawang dalam mewujudkan Kota Layak Anak. "Anak bukan investasi ekonomi bagi orang tua, melainkan amanah yang harus dipenuhi seluruh hak-haknya," tegas Bupati.
Baca juga : Tradisi Babarit Kampung Tegal Tanjung Karawang: Doa Tolak Bala dan Syukur Menyambut Bulan Muharram
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih bertanggung jawab dalam merawat dan membesarkan anak-anak dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa syukur.
Pemkab Karawang akan terus meningkatkan upaya penjangkauan, edukasi, serta pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari solusi untuk memberantas eksploitasi anak dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.(Prokompim)