CANGKUL KETEMU GADGET: MAHASISWA PERTANIAN UNSIKA JAGO BIKIN KONTEN!
- Apr 28, 2026
- FK-KIM KARAWANG
- PENDIDIKAN, PEMUDA & OLAHRAGA
KARAWANG, FK KIM — Halo Warga Karawang! Siapa bilang mahasiswa pertanian hanya akrab dengan lumpur, lahan, dan tanaman? Stigma klasik tersebut baru saja dipatahkan oleh teman-teman dari Multimedia Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Melalui sebuah workshop kreatif yang digelar baru-baru ini, mereka membuktikan bahwa keahlian agrikultur dan teknologi digital bisa menjadi kombinasi maut di era transformasi digital.
Mengusung konsep intimate sharing session, kegiatan ini berfokus pada pelatihan pembuatan teks carousel untuk mengoptimalkan konten edukasi dan promosi di media sosial. Sesi berbagi ilmu ini dipandu langsung oleh Agung Dwi Julianto, S.P., salah satu founder dari Multimedia Unsika, yang secara aktif menantang para mahasiswa untuk berani terjun ke dunia digital kreatif.
BUKAN SEKADAR LAHAN DAN TANAMAN
Dalam sesi tersebut, Agung Dwi Julianto menekankan bahwa latar belakang keilmuan di bidang agrikultur bukanlah penghalang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri sebagai seorang content creator. Justru, pengetahuan teknis pertanian yang dikemas dengan visual yang menarik bisa menjadi konten edukasi yang sangat berharga bagi masyarakat luas, terutama dalam memajukan potensi tani lokal Karawang.
"Bentar, bentar... kayaknya anak pertanian bisa kayak gini juga lho," tegas Agung dengan nada bercanda namun serius saat melihat hasil karya para peserta. Ia ingin membuka mata rekan-rekan mahasiswa bahwa kemampuan copywriting dan visualisasi konten adalah keterampilan wajib di masa kini, apa pun disiplin ilmunya.
KOLABORASI EKSPRESI SENI DAN MASA DEPAN DIGITAL
Walaupun digelar dengan jumlah peserta yang terbatas, antusiasme audiens yang hadir sangat tinggi. Suasana diskusi yang hangat dan dua arah membuat proses transfer ilmu mengenai penyusunan narasi konten berjalan maksimal. Mahasiswa diajarkan bagaimana menyusun pesan yang kuat agar setiap slide pada konten carousel mampu mengikat perhatian audiens hingga akhir.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dari serangkaian program peningkatan kapasitas yang dicanangkan oleh Multimedia Faperta Unsika. Ke depannya, mereka berencana untuk terus mengulik ranah digital lainnya, termasuk teknik fotografi dan videografi profesional untuk mendokumentasikan hasil riset pertanian.
Semangat pergerakan mahasiswa ini juga berjalan selaras dengan semangat rekan-rekan UKM Ekspresi Seni. Melalui jargon kebanggaan mereka, "Seni, Ekspresi, Entitas Diri", kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta kreatif baru dari Karawang yang siap bersaing di kancah nasional tanpa meninggalkan akar identitas mereka sebagai pejuang pangan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju bahwa setiap bidang ilmu sekarang wajib melek konten digital? Yuk, sampaikan pendapat Anda di kolom komentar!