FK-KIM Karawang: PPLH Inisiasi 4 Pilar Bank Sampah di Sekolah

  • Apr 16, 2026
  • FK-KIM KARAWANG
  • PENDIDIKAN, PEMUDA & OLAHRAGA

KARAWANG, 16 April 2026 — Menghadapi status darurat sampah di Kabupaten Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (KOMNAS PPLH) Karawang resmi menginisiasi pilot project program 4 Pilar Bank Sampah. Program strategis ini diawali pada segmen sekolah, bertempat di SMPN 8 Karawang Barat, sebagai upaya mengedukasi generasi muda sekaligus menekan volume limbah dari tingkat rumah tangga.

Kepala SMPN 8 Karawang Barat, H. Mamay Abdullah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sekolah merupakan lahan edukasi yang paling efektif karena dampaknya akan langsung terbawa ke lingkungan keluarga siswa. Dengan jumlah siswa mencapai 794 orang, program ini diproyeksikan mampu memberikan dampak langsung pada setidaknya 700 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Mengacu pada Regulasi dan Fakta Lapangan

Program ini didasarkan pada UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menegaskan bahwa penanganan sampah harus diselesaikan mulai dari sumbernya. Berdasarkan data yang dihimpun KOMNAS PPLH Karawang, dengan populasi sekitar 2,6 juta jiwa, Kabupaten Karawang berpotensi menghasilkan hingga 1.500 ton sampah per hari.

"Kita harus memutus rantai masalah sampah dari sumbernya. Jika anak sekolah sudah paham, mereka akan menjadi agen perubahan di rumah masing-masing," ujar Majid, Ketua DPD KOMNAS PPLH Karawang, saat melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.

Mekanisme Program dan Nilai Ekonomi

SMPN 8 Karawang Barat dipilih sebagai lokasi pilot project dengan mekanisme yang disiplin. Siswa diajarkan untuk memisahkan sampah anorganik ekonomis, seperti kertas dan botol plastik di rumah, lalu dikumpulkan setiap hari Jumat di sekolah. Menariknya, program ini tidak membebani anggaran sekolah karena sampah yang terkumpul akan dikonversi menjadi tabungan kas kelas melalui sistem kompetisi antar-kelas.

Selain sampah anorganik, KOMNAS PPLH juga memperkenalkan konsep pengelolaan sampah organik melalui pembuatan lubang biopori di area sekolah. Untuk skala yang lebih luas, pihak PPLH juga telah memetakan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot di tingkat desa sebagai solusi pakan ternak berkelanjutan.

Visi Jangka Panjang "Karawang Bersih"

DPD KOMNAS PPLH Karawang berharap program ini dapat direplikasi di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. Integrasi dengan program Sekolah Adiwiyata diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan yang mendasar, bukan sekadar pemenuhan formalitas penghargaan.

"Kita ingin membangun mindset. Seperti di Jepang, disiplin pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan kecil," pungkas Haerudin, Kabid KOMNAS PPLH Karawang.