FK KIM Karawang: Sinergi Sekolah dan Komnas PPLH Perkuat Budaya Pilah Sampah
- Apr 24, 2026
- FK-KIM KARAWANG
- PEMUDA & OLAHRAGA, PEREMPUAN & ANAK
KARAWANG, 24 April 2026 — Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK KIM) Kabupaten Karawang menyoroti langkah edukatif yang dilakukan di sektor pendidikan dalam menangani masalah sampah plastik. SMP Negeri 8 Karawang Barat secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan DPD Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PPLH) Karawang untuk mengimplementasikan program Bank Sampah di lingkungan sekolah.
Langkah ini diambil bukan hanya untuk membersihkan area sekolah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi siswa agar mampu menjadi agen informasi yang mengelola limbah plastik, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah tangga mereka masing-masing.
Mengubah Sampah Menjadi Pelajaran Berharga
Kepala SMPN 8 Karawang Barat, H. Mamay Abdullah, S.Pd., M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap kedatangan tim PPLH Karawang. Menurut pandangannya, program penanggulangan sampah ini sangat krusial karena plastik merupakan material yang sulit dinetralisir oleh lingkungan secara alami.
"Program ini sangat bagus karena bisa meminimalisir sampah di sekolah dan rumah tangga. Selain edukasi, tujuannya adalah keberlanjutan untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya mencegah pencemaran tanah akibat sampah plastik di masa depan," ujar H. Mamay Abdullah dalam wawancara di lokasi.
Antusiasme Siswa: Membawa Perubahan dari Rumah
Gerakan ini disambut hangat oleh para siswa yang merupakan representasi dari keluarga-keluarga di Karawang. Rifki Azri Gaisan (Kelas 9F) dan Muhammad Anggi Maulana Iskandar (Kelas 9D) menceritakan betapa antusiasnya rekan-rekan mereka saat pengumuman program ini pertama kali dilakukan. Para siswa bahkan langsung menyiapkan kantong sampah (trash bag) untuk mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas.
"Kami tidak hanya mengumpulkan sampah yang ada di sekolah, tapi teman-teman juga berusaha membawa sampah dari rumah untuk dikumpulkan di sini. Harapannya, lingkungan sekolah bisa lebih bersih, tertib, dan teman-teman tidak lagi membuang sampah sembarangan," ungkap Anggi dan Rifki penuh semangat.
Hasil Perdana yang Menjanjikan
Wakasek Kesiswaan SMPN 8 Karawang Barat, Mimin Aminah, memberikan apresiasi atas pencapaian perdana program ini. Pada hari pertama pemilahan, sekolah berhasil mengumpulkan lebih dari 36 kilogram sampah plastik yang terdiri dari botol dan gelas bekas minuman. Angka ini menunjukkan potensi besar dari kekuatan informasi yang tersampaikan dengan baik kepada siswa.
"Untuk pemula, hasil 36 kilogram lebih ini sangat luar biasa. Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak. Ke depannya, kami berharap anak-anak semakin cinta kebersihan dan terbiasa memilah sampah, tidak hanya botol plastik tapi juga jenis sampah lain yang bisa didaur ulang," jelas Mimin Aminah.
Penutup: Mewariskan Karakter Peduli Lingkungan
Sinergi antara PPLH Karawang dan SMPN 8 Karawang Barat ini membuktikan bahwa penanganan sampah paling efektif dimulai dari pembentukan karakter generasi muda. Dengan mengajarkan nilai ekonomi dan ekologi dari sampah plastik, sekolah sedang mempersiapkan agen perubahan informasi yang akan menjaga kelestarian Karawang di masa mendatang.