Kisah Inspiratif Desa Sukajaya: Dari Melawan Abrasi hingga Membangun Wisata Mangrove Pasir Putih

  • Aug 22, 2024
  • kimka
  • UMUM

KARAWANG – Desa Sukajaya di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, menyimpan kisah inspiratif tentang bagaimana warganya berjuang melawan abrasi yang mengancam kehidupan mereka. Perjuangan panjang ini berujung pada terciptanya Wisata Mangrove Pasir Putih, sebuah destinasi ekowisata yang kini menjadi salah satu magnet wisata di Karawang.

Pada awal tahun 2000 hingga 2014, warga Desa Sukajaya dihadapkan pada kenyataan pahit. Abrasi terus menggerus daratan, hingga jarak antara pemukiman dengan bibir pantai hanya tersisa satu meter. Ancaman banjir rob semakin memperburuk kondisi, mengancam keamanan rumah dan kehidupan sehari-hari warga.

"Kami harus berbuat sesuatu. Saya bersama komunitas setempat mulai menanam mangrove untuk menahan abrasi. Awalnya gagal, tapi kami tidak menyerah," ujar Sahari, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Mangrove Pasir Putih, kepada pojoksatu.id, Selasa, 20 Agustus 2024.

Penanaman mangrove bukanlah tugas mudah. Tantangan datang dari sampah laut, gelombang besar, dan medan yang sulit. Meski mengalami banyak kegagalan, semangat warga tak pernah surut. Titik balik terjadi pada tahun 2017, ketika PLN dan Pertamina mulai memberikan dukungan dengan menyediakan bibit mangrove. Ribuan pohon mangrove akhirnya tertanam di pesisir Desa Sukajaya.

Merawat mangrove menjadi tantangan tersendiri. Sahari dan timnya bahkan membangun jalur bambu untuk memudahkan perawatan. Setiap pagi, sebelum matahari terbit, mereka membersihkan sampah dan memastikan mangrove tumbuh subur. "Kami tahu ini adalah tugas yang berat, tapi kami yakin, kerja keras kami akan membuahkan hasil," tambah Sahari.

Hasilnya mulai terlihat ketika abrasi berhasil ditekan dan lingkungan sekitar menjadi lebih hijau dan asri. Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi Desa Sukajaya. Pada tahun 2019, Wisata Mangrove Pasir Putih diresmikan oleh Bupati Karawang saat itu, Cellica Nurrachadiana. Tempat ini segera menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari pengalaman alam yang berbeda.

Di Wisata Mangrove Pasir Putih, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan mangrove yang rimbun, berenang, berfoto, dan mencicipi kuliner khas pesisir. Sahari menjelaskan, "Wisata ini berbeda dengan pantai lain. Di sini, pengunjung bisa menikmati ekosistem mangrove sambil mencicipi kuliner laut seperti otak-otak dan jus mangrove."

Kesuksesan Wisata Mangrove Pasir Putih juga didukung oleh Pertamina melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PMP). Setiap tahun, anggaran disalurkan untuk pengembangan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. Program ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian mangrove, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan oleh banyak pihak," ujar Sahari. "Penghasilan dari wisata ini juga kami alokasikan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan bantuan untuk warga yang membutuhkan."

Hari ini, Wisata Mangrove Pasir Putih tidak hanya menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Karawang, tetapi juga simbol keberhasilan kolektif warga Desa Sukajaya dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang yang bermanfaat bagi banyak orang./pojoksatu