Sejarah Kampung 9 (Salapan) di Desa Gempol, Banyusari, Karawang

  • Aug 24, 2024
  • FK KIM Karawang
  • PARIWISATA

Sejarah Kampung 9 (Salapan) di Desa Gempol, Banyusari, Karawang

Kampung 9 (Salapan) yang terletak di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Karawang, memiliki keunikan tersendiri karena berada di tengah area persawahan. Kampung ini hanya memiliki sembilan rumah dengan jumlah penduduk sekitar 27 orang, termasuk orang dewasa dan anak-anak. Nama Kampung 9 mulai digunakan pada tahun 2010, menggantikan nama lama, yaitu Kampung Babakan Nonolo atau Kampung Timbul.

Pergantian nama menjadi Kampung 9 dilakukan setelah penemuan bata merah berukuran besar (20x35 cm) yang diduga berasal dari abad ke-3 Masehi. Penemuan ini dilakukan oleh tim arkeolog dari Bandung di area persawahan sekitar kampung. Bata merah ini memiliki kemiripan dengan bata yang ditemukan di Candi Batujaya, menambah nilai historis Kampung 9.

Keunikan lain dari Kampung 9 adalah jumlah rumah yang tidak pernah bertambah sejak dulu, yaitu hanya sembilan rumah. Hal ini berkaitan dengan keyakinan bahwa penambahan rumah atau kepala keluarga di Kampung 9 bisa mendatangkan musibah, sehingga keluarga baru biasanya memilih pindah ke luar kampung.

Penduduk Kampung 9 juga masih mempertahankan tradisi budaya, seperti ngabungbang—tradisi tidak tidur semalaman di tempat terbuka tiap malam Sabtu, serta upacara adat Nyalin saat akan memanen padi, dengan ciri khas pakaian adat berwarna biru tua.

Penemuan bata merah di Kampung 9 diperkirakan lebih tua daripada Candi Jiwa di Batujaya, yang berasal dari abad ke-4 Masehi. Namun, penelitian lebih lanjut belum bisa dilakukan karena lokasi temuan berada di lahan milik pribadi.

Bah Samin, salah satu warga tertua di Kampung 9, diyakini memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah kampung ini. Potongan bata merah yang ditemukan tersebut kini disimpan di rumah sebagai bukti sejarah Kampung 9./liputan6.com