Sejarah Tahun Baru Hijriyah Dalam Islam, Berikut Makna dan Perayaannya
- Jul 06, 2024
- kimka
- UMUM
Karawang - 07/06/2024
Sejarah Tahun Baru Hijriyah Dalam Islam: Makna dan Perayaannya
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah telah tiba hari ini. Datangnya tahun baru Islam ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk mengetahui makna, sejarah, dan perayaannya.
Sebagai informasi, Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam merupakan peringatan pergantian tahun dalam Kalender Hijriyah, kalender umat Islam. Tahun Baru Islam ditetapkan berdasarkan Kalender Hijriyah, yang memiliki sistem penanggalan berbeda dengan kalender Masehi yang dipakai secara universal saat ini.
Mengacu pada kalender Islam Hijriyah 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1446 H jatuh pada hari Minggu, 7 Juli 2024. Malam Tahun Baru Islam dihitung sejak tanggal 6 Juli 2024 malam, karena perhitungan tahun Hijriyah dimulai setelah terbenamnya matahari. Lalu, sejak kapan perhitungan Tahun Baru Islam dimulai? Berikut penjelasannya.
Sejarah Tahun Baru Islam
Tahun Hijriyah bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama "Yastrib". Kejadian hijrah Rasulullah terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul Awal. Pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi karena proses hijrah nabi sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Muharram, sesaat setelah nabi dibaiat di akhir bulan Dzulhijjah. Penetapan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Qamariyah ditetapkan oleh Umar bin Khattab, khalifah kedua setelah Abu Bakar. Penetapan ini menjadi titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan nama Tahun Hijriah.
Pada masa Kekhalifahan Umar, para sahabat sepakat menggunakan hijrah Nabi Muhammad sebagai titik awal era Islam. Dengan menetapkan hijrah sebagai titik awal, umat Muslim memiliki fondasi yang kuat untuk mengukur waktu dan mengidentifikasi diri sebagai umat Islam. Kalender Islam bukan hanya alat pengukur waktu, tetapi juga lambang identitas dan warisan umat Muslim. Para sahabat Nabi memahami pentingnya menjaga ketertiban dan konsistensi dalam penggunaan kalender ini, sehingga memastikan bahwa perintah Allah dan Rasul-Nya tetap terjaga.
Makna Tahun Baru Hijriyah Dalam Islam
Tahun Baru Hijriyah diperingati agar umat Islam mampu mengambil i'tibar (pelajaran) dari peristiwa hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dalam peristiwa hijrah tersebut, umat Muslim hendaknya mengambil makna dan pesan yang terkandung, terutama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijrahnya Rasul. Mengingat kita sudah tinggal di negeri yang aman dan dijamin kebebasan beragamanya. Namun, kita wajib hijrah dalam makna "hijratun nafsiah" dan "hijratul amaliyah".
Makna yang Dimaksud:
- Perpindahan secara spiritual dan intelektual.
- Perpindahan dari kekufuran kepada keimanan dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah.
- Perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu dengan mendatangi majelis-majelis ta'lim.
- Perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi dengan kerja keras dan tawakal.
Perayaan Tahun Baru Hijriyah
Tahun Baru Hijriyah sering disambut dengan lebih sederhana dibandingkan dengan Tahun Baru Masehi. Namun, sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan semarak, penuh kesadaran, introspeksi, dan merenungkan apa yang telah dilakukan dalam setahun yang telah berlalu. Semangat hijrah Rasulullah SAW seharusnya mengilhami kita untuk menuju keadaan yang lebih baik.
Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijriah 1446 ini, semangat hijrah Rasulullah SAW tetap mengilhami jiwa kita menuju keadaan yang lebih baik, amin.
(Bangkapos.com/Tribun Kaltim/Tribun Jabar)